Tips & Info
Cara Cek Kondisi Shock Absorber Sendiri di Rumah Tanpa Alat Khusus
Banyak pemilik mobil yang merasa bahwa pengecekan kaki-kaki hanya bisa dilakukan di bengkel dengan peralatan canggih. Padahal, Anda bisa mendeteksi kerusakan dini pada shock absorber hanya dalam waktu 5 menit di garasi rumah Anda. Deteksi dini ini sangat penting untuk mencegah kerusakan merembet ke komponen lain seperti ban, tie rod, atau bahkan sistem kemudi yang biayanya jauh lebih mahal.
Langkah pertama adalah Pemeriksaan Visual (Visual Inspection). Gunakan senter (bisa menggunakan flash dari ponsel Anda) untuk melihat bagian batang piston shock absorber. Putar setir mobil hingga maksimal ke satu arah agar area shock terlihat lebih jelas. Caranya sangat mudah: carilah tanda-tanda “basah” yang tidak wajar. Jika Anda melihat ada lapisan cairan yang lengket dan berdebu pada tabung shock, hampir dipastikan itu adalah kebocoran oli. Shock absorber yang sehat harus terlihat kering.
Langkah kedua adalah Pemeriksaan Ban. Cobalah raba permukaan ban Anda. Jika Anda merasakan permukaan yang “bergelombang” atau tidak rata (seperti ada bagian yang lebih tinggi dan rendah secara bergantian), ini disebut cupping. Kondisi ini terjadi karena shock sudah tidak mampu menahan ban tetap menapak di aspal dengan stabil, sehingga ban sering “melompat” kecil dan aus secara tidak merata. Selain itu, periksa apakah ada keausan yang hanya terjadi di sisi dalam atau luar saja, yang menandakan alignment (sudut roda) sudah berubah akibat suspensi yang lemah.
Langkah ketiga adalah Uji Pantul (Bounce Test). Tekanlah sudut mobil Anda (di atas area roda) dengan sekuat tenaga menggunakan berat badan Anda, lalu lepaskan dengan cepat. Mobil yang suspensinya masih bagus hanya akan memantul ke atas satu kali lalu segera diam di posisi semula. Jika mobil Anda memantul-mantul hingga dua atau tiga kali seperti perahu di atas air, itu tandanya katup di dalam shock absorber sudah kehilangan daya redamnya secara total.
Terakhir, lakukan Uji Jalan Pendek. Bawa mobil Anda melewati polisi tidur dengan kecepatan rendah (sekitar 10-15 km/jam). Dengarkan dengan seksama; apakah ada suara “jedug” atau suara besi beradu? Selain itu, perhatikan saat Anda melakukan pengereman mendadak. Jika bagian depan mobil menukik terlalu dalam (nose-dive), itu berarti shock depan sudah tidak mampu menahan beban perpindahan momentum. Dengan rutin melakukan pengecekan mandiri ini sebulan sekali, Anda bisa berkendara dengan lebih tenang dan aman.